Media Ranting, Pasir Putih – Kelahiran seorang anak adalah momen sakral yang penuh dengan harapan. Dalam tradisi Islam, sambutan pertama yang diberikan kepada bayi bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah bentuk perlindungan spiritual dan penanaman benih tauhid sejak dini.
Syaikh Ibrahim al-Bajuri, dalam kitab monumentalnya Hasyiyah al-Bajuri, memberikan panduan mendalam mengenai sunnah-sunnah menyambut kelahiran bayi yang sarat akan makna dan manfaat.
Adzan dan Iqamah: Perlindungan dari Gangguan Spiritual
Dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri (Juz 2, hal. 572), dijelaskan bahwa setiap bayi yang baru lahir disunnahkan untuk diadzani pada telinga kanan dan diiqamahi pada telinga kiri.
Hal yang menarik, Syaikh Ibrahim menekankan bahwa kesunnahan ini bersifat universal bagi setiap bayi yang lahir dalam lingkungan Muslim. Beliau menuliskan:
(وَيُسَنُّ أَنْ يُؤَذَّنَ إلخ) أَيْ وَلَوْ مِنْ امْرَأَةٍ أَوْ كَافِرٍ
“Disunnahkan meng-adzani (bayi), meskipun ia lahir dari rahim seorang wanita non-Muslim (kafir).”
Hal ini menunjukkan bahwa lantunan asma Allah adalah hak spiritual setiap jiwa yang baru menghirup udara dunia. Adapun alasan di balik anjuran ini adalah:
Menjaga dari Ummu Shibyan: Berdasarkan hadis riwayat Ibnus Sunni, adzan dan iqamah berfungsi sebagai benteng agar anak tidak diganggu oleh Ummu Shibyan (jin wanita/qarinah yang sering mengganggu anak-anak).
Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW secara langsung mengadzani telinga cucu beliau, Sayyidina Husain, saat dilahirkan oleh Sayyidah Fathimah RA.
Ijazah Surah Al-Qadr: Benteng Kesucian Diri
Selain adzan dan iqamah, Syaikh Ibrahim al-Bajuri juga menukil sebuah amalan berharga dari Syaikh Ad-Dairabi yang bersumber dari para guru beliau. Amalan tersebut adalah membacakan Surah Al-Qadr (Inna Anzalnahu) pada telinga kanan bayi yang baru lahir.
Khasiat dari amalan ini sangat luar biasa sebagaimana disebutkan dalam teks:
“Barangsiapa yang dibacakan Surah Al-Qadr pada telinganya saat lahir, maka atas izin Allah, ia tidak akan ditakdirkan melakukan zina sepanjang hayatnya.”
Ini merupakan ikhtiar batiniyah orang tua agar sang anak senantiasa diberikan hidayah untuk menjaga kehormatan dan kesucian dirinya hingga akhir hayat.
Kesimpulan
Menyambut bayi dengan adzan, iqamah, dan pembacaan Surah Al-Qadr adalah perpaduan antara doa, perlindungan, dan harapan besar orang tua. Dengan memperkenalkan suara ketauhidan sebagai bunyi pertama yang didengar manusia, kita berharap sang anak tumbuh menjadi pribadi yang terjaga secara spiritual dan moral. Wallahu A’lam

Sumber: Hasyiyah al-Bajuri ala Syarh Ibn Qasim al-Ghazzi, Juz 2, Halaman 572.
Editor: Way
Source: Gus Dewa

